AMBURADUL !
Dengan semakin dekatnya
waktu pemilihan umum situasi politik semakin hangat,partai partai mulai
memaparkan visi dan missi mereka yang
pada intinya untuk kemakmuran kesejateraan rakyat. Potret/Spanduk para calon politisi mulai
banyak bertebaran di pinggir jalan bersaing dengan papan iklan barang dagangan
. Cuma bedanya kalau iklan barang dagangan tujuannnya supaya dikenal dan di beli orang tapi kalau iklan parah politisi
maksudnya dia akan membeli suara masyarakat yang akan menjual hak demokrasi nya.
Sudah berapa kali pemilihan
umum ternyata jumlah rakyat miskin
semakin meningkat . Yang jadi pertanyaan
kenapa jumlah rakyat miskin semakin banyak ? . Jawabannya
tentu sangat mudah yaitu para partai politik terutama para politisinya
telah gagal melakukan visi dan missi mereka . Malahan banyak politisi dan birokrat yang
terlibat Korupsi atau menjarah uang rakyat .
Ini suatu penghianatan terhadap kedaulatan
rakyat .
Ironisnya masih
banyak para politisi dan birokrat yang tidak tahu diri ini masih dengan gaya
Aristokratnya tidak malu-malu masih mau mencalonkan dirinya ini keterlaluan.
Bercermin dan banyaklah bercermin kata
Ebiet G Ade.
Karena semakin rakusnya para politisi dan birokrat korup di republik
ini sehingga dibentukla Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) padahal sudah ada
BPK dan Lembaga-lembaga pengawas lainnya.
Dengan dibentuknya lembaga pemberantasan korupsi ( KPK) berarti Negara
menambah sebuah Institusi lagi berarti menambah
biaya lagi yang seharusnya biaya itu untuk rakyat , juga berarti lembaga-lembaga pengawas lainnya tidak berfungsi buat apa kita gaji mereka.?
Kita juga rakyat sebagai stake holder republik ini kenapa diam saja melihat keadaan ini ? para jurnalis, akademisi dan para tokoh masyarakat yang mempunyai corong untuk melawan keadaan ini kenapa diam saja ? apakah cari aman ? atau kalian adalah bagian dari penghianatan ini? Ha! Ha! Ha mau jadi apa republik ini ? AMBURADUL !!!
Siapa sebenarnya yang akan dibangun ? Rakyat jelata atau Kekuasaan ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar